Selasa, 11 November 2014

waktu...

Third post...
Cekidot guys :)

Waktu...

Satu hal yang begitu menakutkan
Musuh yang bahkan tak pernah bosan menganggu dan mengambil bahagiaku
Bisakah ku mengusirnya? Bisakah pergi dariku?
Tapi, dengan egoisnya tak pernah cukup menyakitiku
Memberiku harap, tapi saat ku mulai bermimpi ia terbangkan kembali angan-anganku
Memberiku bahagia, tapi saat mulai ku nikmati dengan sadisnya ia rebut kumbali senyum bahagiaku
Memberiku tawa, tapi saat mulai ku bahagia ia hadirkan kembali air mataku
Dia beri ku cinta tapi saat ku mulai nyaman dia beri ku seribu luka
Waktu, layaknya angin..
Dia ada, tapi tuk menggapaipun tak kan sanggup
Dia ada, tapi tuk melihatnyapun tak pernah mampu
Ingin ku bisa meraih dan memutar waktu
Tapi apa daya? Hanya Dia yang bisa
Waktu kian memberiku beribu luka dan harapan
Beribu sakit dan bahagia
Beribu tangis dan juga tawa
Takkan pernah bisa ku berhenti melawan waktu
Tapi egoisnya mengajariku tetap tegar menghadapinya
Karena egoisnya membuatku mengerti dan percaya
Tuhan tak pernah lelah dan berhenti memutar waktu
Kini waktu, ajari aku menikmatimu dengan caraku...

Jangan asal copas ya guys :)

Original by elisa kemala 

Minggu, 12 Oktober 2014

curahan hatiku

Mumpung aku lagi galau ni yaah
Keluar lagi deh virus2 kata mutiara.
Gak bagus banget sih, tapi kira2 cukup lah buat nambah kosa kata kalian buat yang pengen belajar puisi.

Inget ya temen2, ini bukan puisi sebenernya, cuma curahan hati yang sedikit puitis aja hehee

Cekidot.


Saat semua yang ku beri tak lagi mampu membuatmu bahagia
Akupun memilih diam dan melepasmu
Merelakanmu pergi mencari kebahagiaan baru yang lebih indah di luar sana
Walau sakit, walau sulit. Ku coba tersenyum di balik bahagiamu
Maafkan aku yang dulu mencintaimu dengan keegoisanku
Kini ku relakanmu, ku belajar mencintaimu dengan teori masa lalu
Teori bodoh yang kian membunuhku
Menyiksa batin serta hatiku
Konon, mendoakan kebahagiaan adalah cara terbaik tuk mencintai
Setidaknya,
Ingatlah aku, tak perlu mencintaiku seperti dulu
Terlalu lelah dan sakit jika harus terus bermimpi dan memutar waktu
Kini ku ikuti kenyataan yang kau beri
Kenyataan bahwa bahagiamu bukan disampingku, tapi tanpaku
Setiap kembali ku putar memori indah di masa lalu
Ku rasa pedih di bagian paling dalam
Pedih yang membuatku tak mampu lagi tuk dekedar menangis
Ingatlah aku..
ingatlah aku seperti seseorang yang kau kenal
bukan wanita aneh yang kian mengganggumu
perasaan itu lebih sakit dari luka yang kau tinggal pergi
dan.. ijinkan aku tuk sekedar mencintaimu walau dalam diamku...

By, elisa kemala


Give me your comment guys :)

Puisi Cinta

Hai guys.
Ini post pertama aku, jadi mohon maaf kalo masih ada banyak kesalahan. Maklum lah lagi pengen coba2 karena sekian lama kaga ada kerjaan.
Disini aku coba bagi satu puisiku dulu dan yang jelas terjamin original :)
Barangkali bisa bantu buat yang lagi belajar bikin puisi atau yg lagi ada tugas sekolah (?)
Tapi jangan di copas semua juga ya guys :p

Pedih

Ku berjalan di tengah terik sang surya yang makin lama makin memudar
Dibawah langit setengah biru
Ku ikuti sinar tujuh warna sang pelangi
Dengan langkah gontai ku coba langkahkan kaki
Tapi semakin berat ku rasa beban di mata dan pundak ini
Dunia pun bingung, resah dan gelisah
Seperti hatiku yang bahkan tak tau lagi bagaimana tuk menangis
Tetes demi tetes hujan perlahan jatuh menembus dedaunan
Bersama ranting dan pohon kering yang perlahan goyah ditempa angin
Sakit dan dinginpun mulai menusuk hingga ke dada
Di bagian terdalam ku rasa pedih yang begitu hebat
Ku terjatuh dalam perjalanan yang menyesakkan ini...

Nahh itu dia.. inget ya guys aku masih butuh comment kalian semua, bisa request juga :)